Dalam ilmu diskusi/perdebatan, antara kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang lemah akalnya ialah
Logical Fallacy.

Terdapat pelbagai jenis Logical Fallacy dalam hujah,
namun suka untuk saya bincangkan sejenis Logical Fallacy yang dipanggil
Ad Hominem.
Ad Hominem merupakan Logical Fallacy yang menyerang peribadi lawan debat
bukan argumennya.
Fallacy ini digunakan dengan maksud
trolling,
provokasi,
mengalihkan perbicaraan kerana kehabisan argumen,
atau
character assassination (pembunuhan karakter).

Contoh dialog yang mengandungi unsur Ad Hominem ialah:

Si A :
“Apakah kita menjadi anti ilmu pengetahuan(anti-science)
dan menerima mentah-mentah dakwaan supernatural,

tanpa memiliki keinginan untuk mencari fakta atau klarifikasi tentangnya?
Justeru disinilah pentingnnya ilmu pengetahuan(sains) digunakan,
kerana sains memiliki ruang untuk diklarifikasi, diverifikasi, diduplikasi dan dikritik
bahkan direvisi dengan teori baru.”

Si B :
“Haha, nampak sangat awak sudah terpengaruh dengan pemikiran barat.”

Anda dapat faham ?

Argumen pertama menerangkan mengapa Si A memilih untuk menjadi rasional,
dan argumen kedua menutup diskusi dengan melabel Si A telah terpengaruh dengan barat
(yang bagi Si B itu adalah sebuah hal negatif)
sehingga argumen Si A (dianggap) menjadi salah.

Pesan Sayyidina Ali Bin Abi Talib :
“Janganlah kamu lihat siapa yang berkata tetapi
lihatlah apa yang dikatakannya.”

[ Berhujahlah dengan ILMU ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: